Sunday, September 18, 2016

al-Ahkam as-Sultaniyyah by Abu'l-Hasan al-Mawardi

     This book is one of the major works of al-Mawardi, the famous Islamic scholars in political science. It explains a lot about various aspect of the deen of Islam which are the concern and responsibility of chaliphate, amirs, wazirs and deputies. In the other words, this book talks about the system of leadership, or we can say that the system of governance.

     In the book, al-Mawardi really dig in into details. He was not only use Quran and Sunnah as the references, but also he shows a real life example in the past for how the leadership system has to be done. It gives the reader a clear picture about the condition of Quran and Sunnah that had been interpreted. This book depicts a stage of development of Islam which in this early date, was already manifesting toward strong governance and bureaucracy.

Ahkam al-Sultaniyyah

     What I like to highlight in this book is the system of leadership that al-Mawardi offered. In this book, al-Mawardi spend a lot to explain of the relationship between Imam and Wazirs. He wrote that there are two ways to choose an Imam which the first is chosen by the previous Imam and the second is elected by majority vote. However, wazirs or ministry, is a position that must be appoint by the Imam. Meaning to say, wazirs is a tool for Imam to control his government.

     Furthermore, the situation that happen now is there are many wazirs that have more power than the Imam. This situation is usually happen in the monarchy system with the King/Queen as the Imam and the Prime Minister as the delegation wazirs. For instance the Brexit situation that happened recently. Royal Family has done nothing over this situation and it literally nothing as they do not even have a right to vote for the Brexit. Moreover, it get worse when all the blame over this circumstances is taken by David Cameron, The Prime Minister. This situation is really contradict with the Islamic value that explain in this book. Because in the end of the day, the one that took judgement for all the decisions taken within the nation is not the wazirs (prime minister), it is the Imam.

     In the liberal country, this value is more practicable since their Imam is The President and the wazirs is more on the execution, not delegation. Hence, when the time the President elected, he appoint some people to represent him in the field they expert on which for example appointment as Minister of Finance or Minister of Education. However, this system relatively easy affected for sudden change of leadership style. For example the transformation of Bush Era to Obama. This means there will be some unstable political situation within the country and it affect any decisions taken. We still remember in 2008 that politics has bailed out the wall street, which people who think themselves as an institution that 'too big to fail'.

     In conclusion, al-Mawardi really gives some insightful writing in this al-Ahkam as-Sultaniyyah. All the ideas that came form Quran and Sunnah makes this book as a proof to people that everything has an answer and we just have to believe for what is right.

Monday, April 13, 2015

5 Gitaris Jazz Fusion Terkeren di Indonesia

1. TOHPATI


Gak pake lama, tohpati emang salah satu musisi kontemporer Indonesia yang paling konsisten dari dulu ampe sekarang. Dia setia di jalur musik yang banyak orang anggap gak menarik. Tapi dengan skill sekaliber tohpati, gaada yang gak mungkin emang. Delapan album solo dan 6 album kolaborasi dengan simakDialog sudah dihasilkan dari gitarnya dengan diiringi musisi yang gak kalah mantap. Indro Hardjodikoro, Demas Narawangsa, Fajar Adi Nugroho dan bahkan musisi jazz dunia seperti Jimmy Haslip dan Chad Wickerman adalah salah satu dari sekian banyak "pelayan"nya. Tohpati identik dengan fender stratocasternya, tapi sering juga make nash telecaster, tyler stratocaster ato steinberg yg mungkin terinspirasi dari Allan Holdsworth. Buat akustikan, biasanya tohpati pake takamine nylon. Banyak juga kolaborasi yang dibuat oleh tohpati salah satunya Trisum dan yang terbaru Six Strings

2. BALAWAN


Buat yang satu ini, gaperlu ditanya lagi karna banyak orang bilang dia adalah gitaris terhebat di dalam negeri. I Wayan Balawan atau dikenal Balawan emang sudah jadi salah satu nama jazz Indonesia di dunia luar. Menyongsong aliran traditional fusion jazz, balawan telah berhasil menyatukan unsur musik gamelan bali dengan musik jazz modern. Gaya bermainnya yang unik mungkin telah menjadi daya tarik sendiri bagi penontonnya. Dengan gitar double neck dan tapping style nya, balawan sudah menjadi ikon tersendiri bagi permusikan di Indonesia.

3. DEWA BUDJANA



Untuk yang satu ini, siapa yang gak kenal dia coba. Pentolan band GIGI ini emang gawat kalo uda disuru ngejazz. Identik dengan gitar lukisnya, budjana biasanya make parker saraswatinya. Baru-baru ini dia juga baru buka musium gitar yang isinya gitar lukisnya dia. Pencapaian yang luar biasa kalo diitung sebagai seniman. Walaupun sibuk dengan band GIGI yang udah berjalan lebih dari 20 taun, budjana tetep berkarya secara solo dengan menghasilkan 6 album solo. Budjana juga masuk project Trisum bersama tohpati dan balawan.

4. ANDRE DINUTH


Bagi pecinta jazz Indonesia, nama andre dinuth uda gak asing lagi mungkin. Salah satu gitaris potensial yang namanya lagi naik karna abis ngeluarin album solo pertama di 2014. Ya, walaupun udah lama terjun di dunia musik, dinuth baru ngeluarin album solo yang pertama. Mungkin ini dikarenakan dinuth lebih sering jadi session player buat artis kayak Glenn Fredly, Afgan atau Sandy Sondoro. Suara gitar tyler dia juga banyak di album artis semacam Barry Likumahuwa atau Dion Subiakto. Itu kenapa banyak orang yang lumayan terkejut ketika dia ngeluarin album yang lumayan berkarakter "liar".

5.GERALD SITUMORANG


Gerald Situmorang ato sering dipanggil Gesit ini salah satu gitaris muda paling berbakat di Indonesia. Hype dan Passion fusionnya bener-bener keliatan ketika dia bersama gitarnya. Sering keliatan make Ibanez Artcore, ngenunjukin banget panutan dia si gitaris jazz yg make ibanez, siapa lagi kalo bukan Pat Metheny. Udah ngeluarin satu album solo di GeSit Trio dan bebereapa project berasama temen-temennya antara lain Sketsa, Hemiola dan Monita Tahalea & The Nightingales.

Wednesday, March 13, 2013

Panorama

 Weekend kemaren, gue dan teman-teman jurusan melakukan perjalanan hiking ke Bukit Panorama di daerah Gambang, Pahang. Hiking simple aja buat mengisi kegiatan pagi. Berikut cerita ketika hiking berlangsung.

 Pagi buta pukul 4 kita uda siap di depan mahallah untuk cabut dan janjian sama yang lain di tempat isi bensin Shell.



 Setelah beberapa persiapan kita gerak bareng ke tempatnya. Lama perjalanan mungkin sekitar satu jam karna ketika nyampe sana pas sekali dengan adzan subuh berkumandang.


 Setelah subuhan kita langsung cabut ke bukitnya walaupun masi lumayan gelap.



Jalan naik bukitnya lumayan bagus walaupun ada sedikit yang uda jebol.




Di tengah perjalanan gue uda bisa ngeliat gumpalan awan di kanan dan kiri.



Sampai di puncak gue pun disajikan pemandangan sunrise.




Dan bisa di prediksi juga kalo disini kita foto-foto di setiap sudut yang ada.

.,.

Tuesday, December 11, 2012

The Angklung's Story

Tulisan ini bukan cerita tentang peradaban atau sejarah dari alat musik yang berasal dari jawa barat ini.


 Berawal dari keikutsertaan student indonesia di kuantan di ummatic week, gue dan dini ditugaskan pergi ke KBRI di kuala lumpur buat ngambil alat-alat yang bisa dipinjem buat dipajang nanti. Dengan bantuan emon, kita bertiga ngangkut semua properti yang bisa diangkut. Hampir semua kain batik, baju daerah dan pajangan kita ambil semua. Tapi ada satu barang yang kita perdebatkan. Angklung lah itu. Ada yang lebih milih buat minjem angklung yang gede sekitar dua buah, ada yang lebih milih buat minjem yang satu set tapi ukurannya kecil, ada juga yang milih minjem semuanya aja. Setelah perdebatan kecil kita milih buat minjem yang satu set aja walopun kecil. Alasannya lebih banyak dan bisa dimainin.

Penampakan angklungnya:

 Di H-1, kita ditugasin buat ngedekor standnya. Dan emang gak di gombak ato kuantan, stand indonesia pasti paling rempong soal ginian. Dengan kebudayaan yang banyak banget, kita disuruh buat meringkas itu dalam stand yang berukuran cuma 3x3 meter. Selama ngedekor, kita gak jarang diliatin orang-orang dari stand lain. Mereka rata-rata punya satu pertanyaan yang sama 'from where you get all this things?'. Dan mungkin di saat-saat itu, walaupun kita tau banyak kekacauan yang ada di negeri bernama indonesia, rasanya selalu ada rasa bangga buat kita-kita menjadi indonesian. Balik ke saat kita dekor, faqih punya usul waktu itu buat majang angklungnya di tembok. Biar bisa diliat dari jauh katanya. Tapi gue mikir kalo bisa buat dimainin, kenapa harus dipajang. Jadilah perdebatan lagi. Dan lagi-lagi soal angklung. Hasilnya? Angklung gak dipajang di tembok, tapi di atas kerdus yang dilapisin kain batik. Jadi terpajang iya, bisa dimainin iya.

Penampakan angklung yang udah dipajang:

 Besoknya, exhibition dimulai. Gue datang siang abis jumatan. Disitu gue baru ketemu fikri, anak indo yang satu tingkat diatas gue. Abis make baju daerah, kita mulai pekerjaan sebagai penjaga stand yang merangkup model kalo ada yang minta foto. Buat jaga stand gitu mungkin cuma satu skill yang dibutuhkan, kuat senyum. Karna setelah gue tau, senyum dari siang sampe malem itu bener-bener bikin capek. Di tengah-tengah waktu jaga stand itu, gue dini ama fikri sering iseng mainin mainan yang ada. Bisa itu congklak ato angklung. Dan ketika gue ama fikri mainin angklung sering terjadi liveshow secara gak sengaja di stand kita. Dari lagu jawa sampe twinkle-twinkle little star kita kulik bikin musik yang keluar dari angklung itu jadi menarik. Ngebuat orang-orang yang ngeliat kita respek karna kita masi bisa mainin musik tradisional yang gak jarang anak muda jaman sekarang uda gak pernah nyentuh mungkin alat-alat beginian.

Jadi model, ini foto sama yang juri booth nya:


Congklak: 

 Di hari terakhir gue malah harus senyum dari pagi sampe malem. Gak ada tukeran orang lagi karna orangnya pas-pasan soalnya ada foodfest juga. Dan sialnya, anak-anak gombak yang janji ke kuantan buat perform ketinggalan bus. Jadilah kita yang tersisa di booth harus tampil karna kepalang janji nampil sama panitianya. Ada gue, faqih, fikri, dini sama kak vivi. Akhirnya kita berencana buat drama Ramayana. Cerita tentang dewi shinta, istri dari pangeran rama, diculik rahwana dan akhirnya rama ditolong oleh hanuman. Dari sore sampe maghrib kita latian buat perform jam stengah sembilan. Abis itu kita beresin boothnya dan foto-foto sama panitia yang lain.

Sama panitia yang lain:


 Tapi cerita dimulai setelah foto itu. Sekitar sejam lagi sebelum perform, fikri sama gue iseng mainin angklung yang uda mau di pack. Karna pada latah, angklungnya dibagiin satu orang satu. Kita coba-coba buat mainin lagu yang gampang kayak gundul-gundul pacul. Setelah mainnya lancar, lagunya jadi enak. Dan tiba-tiba pada berpikiran sama semua buat perform angklung aja. Jadilah kita latian terus sampe beberapa menit menjelang naik panggung. Oiya formasinya gue, dini, kak vivi dan fikri main angklung, faqih nyanyi sendirian. Awalnya jiper juga ngeliat perform yang dari afganisthan sama somalia yang lama terus keliatan terkoordinasi, tapi perform kita gak kalah menghibur. Walaupun mungkin cuma lima menitan, kita tampil lepas dan setelah selesai hampir semua penonton tepuk tangan.

Akibat iseng begini:

Jadi harus berakhir disini:

 Sekian.

Friday, November 16, 2012

Langkawi

 Kali ini gue mau nyeritain perjalanan kemaren ke langkawi. Bedanya, gue mau ceritain ala story by image gitu. Selamat menikmati.

Sampai di port kuala perlis:

Nyampe langkawi. Girang ketemu pantai:


Patrick star:

Kesini buat naik Cable Car rencananya:

Tapi karna Cable Car bayarnya mahal, kita kesini aja yang gratis:

Tangganya banyak banget, nasib gratisan:

Sampe di perhentian pertama, uda pada tepar:

Turun lagi kebawah, ketemu Water Fall:

Besoknya kita pergi ke pulau payar buat snorkling:

Ihsan nangkep ikan paus:

Snorkling:



Udahan snorklingnya:

Diatas kapal ferry balik ke pulau langkawi, btw yang ini cewenya uda pada tepar:




Abis itu lanjut berenang di kolam renang hotel:



Malemnya kita pergi makan-makan:

Besok paginya kita solat ied di mesjid penduduknya:

Ihsan eksis di kalangan penduduk sana:

Abis itu balik ke apartment sebelom cabut ke kuala lumpur lagi siangnya. Ini penampakan kamarnya:

 Seru. Satu kata yang bisa nyimpulin semuanya. Before closing, gue mau berterima kasih kepada:
- Pija, buat semua fotonya
- Isma, buat dua paha ayamnya
- Ami, buat mens nya waktu di tengah laut dan disekitar situ lagi ada hiu
- Sabrina, buat ngoroknya
- Emon, buat hero nya
- Yusya, buat perubahannya
- Hafil, buat sensinya gara-gara sariawan
- Ihsan, buat sotoy nya

Sunday, October 7, 2012

24 Hours Journey of New Years Eve

 Tahun baruan itu emang penuh cerita, gak perduli ngerayainnya pake apa, sama siapa dan dimana. Sekarang gue mau cerita new years eve kemaren. Uda lama banget sih sebenernya tapi ketika gue iseng2 liat foto2 di laptop rasanya enak aja kalo di sharing disini. Oiya gue disini akan menceritakan lengkap dengan foto2nya dan perlu dimaklumi karena foto2nya berada di laptop saya maka dengan berberat hati semua fotonya akan terpampang wajah tampan nan jenius ala m hamal musito.

 Perjalanan direncanain dimulai dari jam 12 siang. Jadilah yang gue, yusya ama emon siap2 sekitar jam segituan. Oiya btw cowok yang ikut emang cuma segitu soalnya yang lain uda pada balik indo duluan. Kita ambil mobil dan nunggu di depan mahallah yang cewek2. Dan gue bertiga menunggu sampai sekitar satu jam (kebiasaan ngaret) jadi kita mulai berangkat jam 2. Rencana trayek buat malam itu adalah main ice skate di Sunway dan merayakan indahnya tahun baruan di I-City.
 Sampe di Sunway, kelaperan. Dasar mahasiswa bodoh semua, mau jalan2 gini malah gak makan dulu. Jadilah kita makan di kopitiam ato kedai makanan malaysia gitu deh gue lupa namanya. Dan dengan harga selevel Sunway, makanan yang disuguhkan sangat-sangat gak enak.
  
Lihatlah betapa terpaksanya senyumannya:  

Dan setelah makan, kita keliling2 dikit di mallnya buat ngebunuh waktu gitu.

Ini salah satu bukti kalo kita jalan2. Salah satu bukti gue gak boong loh:

 Setelah itu barulah kita melanjutkan ke acara utama yaitu main Ice Skate. Karena beberapa pertimbangan, gak semuanya main jadi alhamdulillah ada yang bisa ngambil foto. Dan ketika main gue baru sadar, main Ice Skate itu capek banget. Gue yang waktu itu masi aktif bola aja gak kuat main full dua jam kayak umi ato ulfah. Oiya, umi ternyata jago main Ice Skate dan dia jadi guru dadakan buat kita2 yang masih freshman ini. Walaupun begitu tetap, tak ada gading yang tak retak, umi jatoh juga hahaha (walopun sebenernya gue yang nabrak). Ulfah juga strong abis. Muter2 gak berenti2. Dan yang lain seperti ami, tiara, dini, pija, yusya dan gue harus bolak balik ke bench buat yang katanya benerin sepatu (baca: ngaso). Dan ini ada beberapa jepretan yang bisa kita lihat.

Yusya uda K.O. (liat dia sendiri yang uda copot sepatu ama glove):

Insiden yang kesekian buat gue tapi yang pertama buat umi:

Abis itu, dengan kaki2 yang masi kram kita langsung tancap ke I-City karna jam uda menunjukkan pukul 10 malam. Tapi akhirnya kita cuma bisa nikmatin fireworks dari dalem kemacetan di mobil dan waktu itu bales2an voice note (oiya kita nyewa 2 mobil waktu itu). Tapi karena gitar ada di mobil gue jadinya suasana mobil gue jadi rame gitu deh. Bahkan kita diliatin mobil sebelah haha.
 Sampe di I-City kita duduk2 dulu di suatu tirai gitu deh lurusin kaki ama ngobrol2. Trus kita pergi ke hutan lampu, iconnya I-City. Keren. Apalagi buat foto tuh. Dan ketika lo membawa segerombolan cewek2 ke tempat seperti ini, percayalah, lo akan sangat menyesal. Mereka foto tanpa henti tanpa mengetahui waktu itu terus berjalan. Jadilah gue gitaran aja daripada motoin yang lain.

Duduk2 dulu:

Hutan lampu I-City:

Pose gue lagi main gitar:

Pose gitar abis dimainin ama gue:

 Setelah itu kita ke tempat lampu pohon yang gede gitu dan tiba2 ada yang liat tempat karaoke, dan jadilah kita karokean mendadak malam itu. Selagi nunggu ruangannya kita main mainan kayak timezone gitu di sebelahnya. Dan karokean mulai. Ada yang nyanyi korea mulu, ganti2 lagu mulu, tereak2 doang, pokoknya goblok2an deh. Abis itu kita masi gatau mau ngapain jadilah kita ngamen teras2 toko gitu. Dan mereka semua pada masi kuat nyanyi. Gile.

Pohon natal ala I-City:

Seneng:


Ngamen buat bayaran kuliah:

 Oiya, dimalam ini juga ada kejadian aneh mengenai dua anak yang difoto diatas selain gue. Jadi, setelah kita selesai ngamen kita kelaperan lagi. Emang anak-anak nyusahin kayak kita2 mah kerjaannya makan mulu. Kali ini karena mau makanan yang bener kita gak berani nyoba2 makan kayak tadi lagi. Jadilah kita ke KFC, eh ato ke Mcd gue lupa. Disana kita main kartu lagi dan cerita banyak hal deh. Emang kalo uda jam segitu pikiran uda susah buat ngerahasiain semuanya. Jadilah gue yusya dan emon mancing2 buat yang cewek2 biar curhat. So, after that night we know a lot about them haha. Dan disana juga ada kejadian yusya dan sabre pegangan tangan. Hahaha bego sih kejadiannya tapi timingnya ngena banget deh ahaha. Jadi waktu itu ada tissue yang jatoh di meja dan dengan waktu yang sama dua tangan anak manusia itu mengambil tissue tersebut di waktu yang sama. Jadilah mereka bersentuhan tangan dan dibarengi saling tatap sekitar 2-3 detik. Intinya kayak di drama gitu deh hahaha. Oke ini ada foto mereka berdua ketika malam tersebut.

Yusya dan Sabre:

Dua sejoli New Years Eve:

 Abis makan, kita lanjut buat solat subuh dulu di masjid deket situ. Emang deh anak UIA gak bisa lewat2in hal begituan. Tapi setelah solat, sekitar jam 6 pagi kita bingung semua tuh mau ngapain lagi. Balik ke mahallah basi banget, tapi bingung juga mau kemana. Akhirnya entah ada angin apa, kita memutuskan pergi ke pantai terdekat. Dan perjalan pun berlanjut. Di mobil gue rata2 pada tidur dan gue harus menemani emon yang jadi sopir biar gak ngantuk. Dan karna itu, biar gak ngantuk, obrolan gue ama emon pun menjadi aneh2 deh hahaha. Tapi waktu lagi di tengah2 ngobrol ada yang terbangun, si ulfah terbangun. Kicep lah gue ama emon. Jadilah gue mengobrol bertiga. Disitu gue juga baru tau kalo ulfah punya trauma buat naik mobil. Dia cerita kalo dulu waktu kecil dia pernah kecelakaan hebat ama keluarganya dan begitu deh.
 Sampe di pantai sekitar jam stengah 9 pagi. Disana kita main2 air ama pasir. Tapi jujur waktu itu mata gue uda perih banget karna mungkin belom tidur trus diterangi matahari pagi gitu kali ya. Disana kita lanjut cerita2. Dan dengan otak kita yang belom di tidurin hampir seharian gitu, hampir semuanya langsung keluar dari mulut tanpa disaring2 dulu. So i know more about them since that time. Abis dari pantai sekitar jam 10an gitu kita langsung balik ke mahallah. Oiya di jalan gue baru tau juga kalo malam itu adalah malam pertama si ulfah lathifah overnight. Selamat selamat. Dan kita sampai di mahallah sekitar pukul 1 siang.

Nyampe di pantai (tetep bergaya musisi pastinya):
  

Still ngamen buat duit kuliah:

Main pasir:

 Cerita-cerita sambil nyari duit kuliah:


 Selesai sudah jalan2 tahun baruan yang berlangsung kurang lebih 24 jam tersebut. Seru, beler, bego semuanya nyampur. Asik.


See you next new years eve guys.